Musik Underground Jepang, Samakah Dengan Barat?

Negara Barat selama ini selalu dipandang sebagai negara yang paling maju dan perkembangan jamannya telah mencapai titik tertinggi di dunia. Tak heran berbagai negara ini sering dijadikan patokan dalam bekerja bagi banyak negara lain. Tak hanya dalam hal budaya kerjanya, berbagai tren maupun kebiasaan yang berlaku di negara-negara canggih tersebut sering dijadikan sebagai pola yang berusaha diikuti oleh negara lain seperti di benua raksasa Asia, Australia hingga Afrika. Namun betulkah bahwa semua tren maupun budaya yang berlangsung di daerah-daerah tersebut selalu dianggap menjadi suatu bentuk tiruan akan negara Barat yang dilihat sebagai sosok besar dan begitu terkenal? Dengan kata lain, apakah budaya serapan selain budaya asli dari negara-negara tersebut seluruhnya adalah jiplakan dari populernya dampak yang ditimbulkan oleh negara Barat?

Band Malize Mizer tahun 1997

Jepang, Negara Asia Berwatak Barat

Sebagai salah satu faktor penting dari budaya suatu negara terletak pada musik sebagai salah satu jenis kebudayaannya. Negara Jepang terkenal dengan budaya orientalnya yang berbeda dari China. Meskipun juga terdapat beberapa kesamaan atau kemiripan diantara kedua negara Asia tersebut, namun berbagai perbedaan cukup terlihat secara kentara diantara keduanya. Negara Jepang terkenal sebagai satu-satunya negara Asia yang sudah berhasil mengembangkan teknologinya hingga mutakhir sejak jaman dahulu. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa negara Jepang juga turut serta melakukan upaya penjajahan seperti negara Barat saat mengekspansi teritorinya di ratusan tahun yang silam. Tidak ada negara lain di kawasan Asia yang pada saat itu telah berhasil melakukan perjalanan keluar dari teritorinya untuk mengembangkan ekspansi dan mengambil keuntungan dari negara luar.

Musik Sang Seni Suara

Jepang terkenal akan budaya dan seni musik tradisionalnya. Bahkan kedua hal ini juga telah berhasil mendapatkan respon antusias dari berbagai negara diluarnya. Selain dari negara Jepang yang sangat memegang teguh akan tradisinya, Jepang pun berhasil menyebarkan pengaruh dominannya kepada negara lain di sekitarnya. Seperti yang pernah terdengar di era modern ini bahwa negara Korea Selatan sebagai salah satu negara yang banyak berkontribusi secara besar dalam pasar musik. Namun pernahkah terdengar kabar bahwa Artis dari negara Jepang menciptakan suatu lagu hingga keseluruhan album dalam bahasa lain seperti Korea yang sedang menjadi primadona di dunia industri hiburan masa ini? Tidak pernah bukan? Lain hal dengan prinsip yang diterapkan di negara Korea Selatan. Demi meningkatkan angka penjualan akan jumlah penggemar musik Korea yang berada di Jepang, mereka hingga turut serta mengeluarkan karya lagu hingga satu album yang dinyanyikan menggunakan bahasa Jepang pada liriknya. Terbukti dalam hal ini negara Jepang masing berusaha menahan pengaruh yang begitu besar dari ketenaran negara lain diluar sana dan tetap fokus menelurkan karya orisinil dalam bahasa Jepang. Satu-satunya negara yang berhasil mempengaruhi tidak hanya Jepang, namun hingga seluruh dunia adalah negara Amerika dengan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.

Band X Japan

Tidak hanya musik tradisional atau musik modern pada umumnya, Jepang juga terkenal memiliki aliran musik bertema underground. Genre itu merupakan jenis dari musik rock yang garis besarnya terdiri dari para pemusik indie dan belum terlalu terkenal. Musik jenis ini umumnya memiliki faktor utama yaitu banyak menampilkan pertunjukkan konser livenya dalam panggung yang tidak terlalu besar. Panggung besar di negara Jepang lebih digunakan untuk menampilkan pertunjukkan dari artis besar yang populer di negara tersebut, atau juga artis dari luar negeri lain. Jenis musik underground ini secara lebih dalamnya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis musik. Beberapa sub-genre dari musik ini umumnya memiliki kemiripan satu sama lain, seperti musik rock, musik progressive atau yang disebut negara Barat sebagai aliran metal, hingga musik slow rock yang sedikit mengarah pada tema klasik. Musik jenis ini banyak ditampilkan kedalam genre Visual kei, yaitu kultur musik indie Jepang yang menggunakan riasan make-up, gaya rambut dan kostum khusus, sering tampil dalam nuansa androgini (perpaduan antara genre laki-laki dan perempuan). Jenis musik ini populer sejak tahun 1980-an.

Perbandingan Band Jepang dengan Band Barat

Dalam hal musik, terdapat kesamaan jenis diantara artis dan band Jepang jika dibandingkan dengan artis dan band Barat, dan juga perbedaan yang terlihat jelas diantara keduanya. Aneka Artis dan grup band Jepang memiliki beberapa tema utama dalam gaya musiknya, dan dilengkapi dengan beberapa gaya musik campuran dari genre utama. Misalnya seperti kolaborasi antara musik progressive rock dengan gaya musik tradisional dari Jepang yang menggunakan alat musik seperti koto (berjenis kecapi) dan shamisen (menyerupai rebana).

Meskipun memiliki garis besar jenis musik yang mirip seperti band Barat, namun genre musik yang terkenal di Jepang ini memiliki beberapa hal signifikan dan membedakannya dengan artis atau grup band asal Barat. Salah satu hal yang terlihat dengan sangat jelas contohnya, band Jepang sangat mengutamakan unsur penampilan secara visual. Diperjelas dari nama genre dari gaya musik disana yang disebut sebagai Visual kei (dengan menggunakan ejaan terapan dari penulisan ke bahasa Jepang yang menjadi bijuaru kei. Sedangkan kei dalam bahasa Jepang berarti gaya berbusana). Kostum yang digunakan baik itu dalam video klip serta beberapa tampilan saat konser mereka terlihat sangat unik dan dipersiapkan untuk menyampaikan penampilan yang memukau. Hal ini tentunya cukup membedakan artis Jepang dengan artis negara Barat. Meskipun ada beberapa grup band Barat yang cukup populer dengan terbiasa menggunakan kostum yang unik, namun secara garis besar umumnya mereka hanya akan mengenakan kostum biasa selayaknya yang banyak digunakan banyak artis saat menggelar konser.

Jika ditarik garis, terdapat beberapa model pakaian utama yang sering digunakan oleh para grup musik asal Jepang ini, dan beberapa gaya khusus lainnya. Sub-genre dari Visual kei yang menjadi jenis utama dapat dipecah menjadi dua jenis genre. Dimana kedua jenis sub-genre ini menjadi besar karena sering ditampilkan, diantara berbagai macam genre yang lebih kecil lainnya:

1. Oshare kei

Band Antic Cafe, bergenre Oshare kei

Dengan pengertian yaitu gaya yang modis. Gaya ini mengutamakan pada penggunaan kostum yang memberi tampilan modis dan menarik yang muncul sejak tahun 2001. Tema lagu yang dibawakan juga umumnya relatif ringan mengenai cinta dan persahabatan. Dengan banyak menampilkan kisah lucu seputar kegiatan sehari-hari dalam videonya, jenis musik ini dapat lebih disukai oleh banyak orang karena jenis yang netral.

2. Nagoya kei

Band Lynch, bergenre Nagoya kei

Menjadi genre yang populer diciptakan sejak tahun 1990-an dan menjadi tema musik di daerah kota Nagoya. Gaya ini mengacu pada gaya formal seperti tampilan kebarat-baratan yang berfokus pada tampilan gelap dan lebih kelam. Tema lagu yang banyak dibawakan merupakan jenis-jenis lagu punk.

Jenis musik ini memiliki banyak pemikat baik di negara Jepang itu sendiri hingga ke negara luar. Sering diadakan beberapa acara perkumpulan antar sesama penggemar, hingga berbagai macam orang berbusana ala Visual kei saat mendatangi berbagai event budaya Jepang di negaranya masing-masing. Berbagai bisnis yang bisa dijalani seperti penjualan CD orisinil ready stock atau yang dipesan dengan sistem PO, pernak-pernik seputar band, hingga pembuatan kostum seperti yang digunakan anggota band. Jika tertarik berinvestasi di bidang ini, menariknya usaha ini memiliki pangsa pasar yang luas dan bisa dikembangkan hingga ke berbagai negara.