Kaitan Musik Dengan Emosi Manusia

Selama ini musik dianggap sebagai bentuk penghibur dalam kehidupan manusia. Entah itu untuk didengarkan secara langsung di saat senggang maupun untuk menemani saat sedang bekerja atau mengerjakan tugas. Semua orang pasti memiliki rasa cocok akan suatu musik disaat musik tersebut terasa tepat dengan nuansa hatinya. Maka dari itu ada banyak aliran yang dimiliki oleh musik, dimulai dari lagu ceria, sedih, romantis, mendayu-dayu, hingga keras bahkan yang bisa mengganggu aktivitas orang lain.

Ekspresi Senang

Ada pihak-pihak tertentu yang menganggap bahwa musik sama sekali tidak bermanfaat bagi hidup manusia. Namun sebaliknya, beberapa orang lainnya menganggap bahwa musik sangat bermanfaat dalam memberi nilai positif dalam menjalani hidup. Bahkan di sebuah suku pedalaman daerah Afrika ada yang mempercayai bahwa musik yang dinyanyikan sambil menari memiliki kekuatan yang sangat dahsyat dalam membantu segala aktivitas dalam hidup mereka. Bahkan suku ini akan memberi hukuman yang sangat besar bagi orang yang terlihat tidak menghargai aktivitas bernyanyi sambil menari ini.

Garis Penghubung Musik Dan Emosi

Ada suatu teori yang mengatakan bahwa musik muncul sebagai bentuk awal dari komunikasi. Beberapa jenis musik tertentu juga sangat mempengaruhi suasana hati manusia. Suara stakato (yang berirama putus-putus dalam aturan pada seni musik klasik) jika nadanya kemudian naik hingga menjulang tinggi akan berdampak membuat pendengarnya menjadi gelisah. Sementara musik yang dialunkan dengan nada panjang dengan nada menurun justru akan memberi efek menenangkan. Meskipun ilmu akan jenis pengetahuan ini tidak dipelajari oleh semua orang, namun perasaan dalam hati manusia akan dapat memilih musik yang hendak didengarnya demi mendukung kehidupannya.

Membangun relasi positif

Musik juga dipercaya berhasil membantu hubungan relasi antar manusia dalam masyarakat. Melalui aktivitas seperti interaksi meresponi suatu musik yang bermanfaat dalam menjalani hidup bersama kelompok. Menurut pengetahuan neurosains saat dua atau beberapa orang bergerak secara sinkron bersama orang lain, maka otak akan mulai membaurkan kesadaran dan identitas bersama menjadi lebih kuat. Kebersamaan ini dapat digambarkan seperti saat melihat ke cermin dan mendapati orang lain terlihat serupa satu sama lainnya. Itulah contoh perasaan menjadi serupa yang akan dialami saat menikmati musik yang sama, seperti yang diwujudkan pada mulai mengetuk kaki mengikuti irama musik secara bersamaan dengan orang lain. Musik juga dapat menyatukan beberapa orang dengan situasi yang sama secara erat, seperti akibat dari jenis pekerjaan yang sama, berada dalam kondisi hidup yang sama, hingga terbiasa melakukan aktivitas yang sama. Di masa kini musik sering dipakai dalam menggambarkan peristiwa penting yang terjadi dalam hidup, dimulai dari masa-masa selama dalam kandungan ibu, saat seseorang lahir ke dunia, hingga saat meninggal beserta aneka macam peristiwa dalam hidup.

Kedekatan Musik dengan Emosi Manusia

Banyak penelitian menunjukkan bahwa musik dapat membantu mengatasi gangguan yang terkait dengan stres, depresi ringan dan rasa cemas. Berbagai macam orang dalam aneka umur yang tinggal di berbagai negara memiliki kebiasaan masing-masing dalam menikmati musik. Ada orang yang menggunakan musik untuk membuat dirinya merasa lebih baik saat menjalani hari yang buruk. Ada juga pihak lain yang menggunakan musik untuk mengungkapkan perasaan dan emosi yang dirasakan. Musik memiliki kekuatan yang begitu besar dalam mengendalikan emosi. Tidak hanya mengaktifkan satu jenis emosi di otak, namun musik dapat mempengaruhi hampir semua jenis emosi dalam waktu yang bersamaan di kepala. Di mana kejadian seperti ini umumnya tidak mudah untuk diwujudkan.

Tanpa disadari, musik masuk kedalam ruang emosi manusia, bahkan dapat menyentuh ruang-ruang yang sangat sulit disentuh oleh hal lain. Christopher Small, seorang peneliti musik mengucapkan bahwa musik bisa mendefinisikan bagaimana diri seseorang, bagaimana hubungannya dengan dunia luar dan orang di sekitarnya. Musik memberi kenyamanan bagi orang lain untuk menjalin hubungan dengan emosi yang sedang dirasakan. Maka dari itu saat seseorang merasa sedih, mereka akan lebih cenderung mendengarkan musik sedih yang sesuai dengan perasaannya. Namun orang itu juga bisa memilih untuk mendengarkan musik riang untuk bisa melupakan kesedihannya. Semua tergantung dari bagaimana orang itu ingin bersikap atas perasaan sedih yang dirasakan. Hal yang pasti adalah orang itu sudah terhubung dengan emosi sedihnya. Bagaimana kemudian ia bersikap atas yang dirasakan menjadi pekerjaan rumah otak selanjutnya.

Musik sebagai Media Terapi

Kesinambungan musik dengan banyak aspek dalam hidup manusia kemudian membuat para terapis menggunakan musik sebagai salah satu media terapi. Terapi musik adalah sebuah proses di mana seorang terapis menggunakan musik untuk membantu meningkatkan, mengembalikan atau mempertahankan kesehatan seseorang. Terapi musik ini bisa digunakan untuk mencari tahu kebutuhan fisik, emosional, kognitif dan sosial.

Bentuk terapi musik bisa beraneka ragam. Intervensi terapi musik terdiri dari empat jenis, yaitu analiss lirik, improvisasi musik, mendengarkan musik dan aktif dalam menulis lagu. Analisis lirik digunakan oleh para terapis untuk mengakses emosi, pikiran dan pengalaman klien melalui cara yang tidak mengancam. Improvisasi permainan musik membuat klien memiliki kebebasan dalam memainkan instrumen musik dalam mengekspresikan emosi. Improvisasi juga memudahkan terapis dalam mengeksploras terapi yang terkait dengan konflik dan kesedihan yang bisa jadi sedang dirasakan klien. Proses mendengarkan musik aktif dalam membantu regulasi suasana hati, melalui cara membuat pikiran menjadi tenang serta menurunkan tingkat impulsivitas.

Musik dan Perbaikan Kesehatan Mental

Penelitian mengenai musik bermanfaat untuk mengatasi pihak yang mengalami masalah kesehatan mental. Terapi musik mulai banyak digunakan dalam mengatasi depresi, kecemasan hingga PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Terapi musik secara pribadi terbukti menurunkan gejala depresi dan kecemasan. Penggunaan terapi musik bagi mereka yang pernah mengalami kejadian traumatis juga membantu mengubah perasaan malu dan amarah menjadi kekuatan, yang kemudian membantu mereka untuk sembuh dari trauma tersebut.

 

Pengaruh Musik Terhadap Emosi Positif – Negatif Remaja

Seperti yang telah diketahui, musik sudah ada sejak jaman dahulu kala. Musik juga berkembang seiring berjalannya waktu, menjadi kebutuhan hingga bagian dari kehidupan manusia. Musik mulai diterima oleh banyak kalangan. Baik muda, tua, remaja, lansia, serta anak-anak. Perasaan adalah sebuah kondisi atau pengalaman dimana seseorang dipengaruhi oleh stimulus eksternal maupun internal dalam kondisi sadar. Suasana hati akan bertahan lebih lama apabila dibandingkan emosi yang bisa berubah secara cepat. Suasana hati adalah gambaran kondisi emosi seseorang yang mendalam dan menetap di jiwa lebih lama. Oleh karena itu hati merupakan tempat timbulnya beberapa gangguan psikologi yang sering dialami oleh individu yang rentan dengan emosi yang cenderung tidak stabil.

Masa remaja menganggap musik menjadi suatu hal penting dalam hidup mereka. Para remaja dapat sangat mengekspresikan diri mereka melalui musik. Terlebih lagi masa remaja menjadi masa peralihan dari seorang anak dalam menjadi orang dewasa. Dalam fase ini, remaja akan banyak sekali mengalami perubahan. Salah satunya yang agak sulit untuk dikendalikan yaitu ketidak stabilan emosi. Maka itu para remaja harus belajar secara mendalam agar mampu mengatur atau mengontrol emosinya agar tidak tersebar ke tempat yang tidak seharusnya. Umumnya para remaja terbiasa untuk mendengarkan berbagai jenis musik, seperti musik lokal, internasional (musik Asia dan Barat) dalam berbagai genre seperti Rock, Pop, Ballad, EDM, Hip-hop, dan lainnya. Para remaja juga sering dalam mengekspresikan dirinya melalui musik dan menghasilkan karya-karya berkualitas. Pengaruh yang terlihat jelas dari peran emosi terhadap perkembangan remaja terdapat pada:

1. Mengendalikan Intensitas Emosi

Setiap remaja memiliki selera musik yang disukai masing-masing. Kebanyakan memilih jenis musik yang sesuai dengan kehidupan mereka, seperti mengenai cinta, kesedihan, perselisihan, dan sebagainya. Oleh karena musik, mereka bisa mengontrol emosi dari pendengaran akan musik. Dalam suasana hati yang senang, mereka akan lebih memilih untuk mendengarkan musik dengan tempo yang cepat. Sebaliknya saat suasana hati sedang sedih, mereka akan lebih memilih musik bertempo mellow dan perlahan. Terlepas dari bahasa musik yang digunakan.

2. Tempat Berekspresi

Dengan kemampuan pengendalian emosi yang dipelajari musik, secara tidak langsung remaja akan mampu mengungapkan ekspresi yang dimilikinya. Seperti ekspresi senang, sedih, galau, dan lain sebagainya. Bagi remaja musik juga digunakan untuk mengungkapan perasaan. Dalam hal ini musik memiliki manfaat dalam mengendalikan emosi. Namun tentunya pengendalian emosi melalui aktivitas mendengarkan musik ini perlu dilakukan dalam porsinya agar tidak berdampak negatif bagi psikis remaja, karena dapat memicu remaja untuk melakukan hal-hal yang negatif.

Musik Berkaitan Erat Dengan Tingkat Empati Seseorang

Sebuah penelitian menyampaikan bahwa musik erat hubungannya dengan empati seseorang. Peneliti menemukan bahwa orang-orang yang memiliki empati tinggi cenderung lebih suka mendengarkan musik daripada orang yang berempati rendah. Bagian otak yang memberi kesadaran sosial ke tingkat yang lebih tinggi diaktifkan saat musik dimainkan.

Penelitian mengungkapkan bahwa orang yang memiliki standar empati tinggi, otak akan mengatur kesenangan yang dinikmati selama mendengarkan musik populer. Dan otak kemudian akan memberi penghargaan, dan memberi energi positif bagi pribadinya.